Sarapan Tinggi Karbohidrat
Siklus ini berulang 2-3 kali sehari. Dan siklus naik turunnya kadar gula dalam darah ini memperberat kerja pankreas dan memperlemahnya. Ini adalah salah satu alasan utama penyebab Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, maupun Kenaikan Berat Badan.
Bagaimana Jika Tidak Sarapan?
Karbohidrat simple ini akan menyebabkan kenaikan level kadar gula dalam darah secara mendadak yang menyebabkan badan melepaskan jumlah insulin yang cukup besar. Insulin akan mengambil kelebihan gula dalam darah dan merubahnya menjadi lemak. Hasilnya adalah
penurunan kadar gula dalam darah dan keinginan untuk makan lebih banyak karbohidrat. Siklus ini berulang 2-3 kali sehari. Dan siklus naik turunnya kadar gula dalam darah ini memperberat kerja pankreas dan memperlemahnya. Ini adalah salah satu alasan utama penyebab diabetes, tekanan darah tinggi dan kenaikan berat badan.
Tidak mengherankan jika saat ini kegemukan menjadi suatu epidemi atau wabah, seperti yang sering kita lihat dalam surat kabar dan majalah saat ini. Dan hal ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak.
Inilah Sarapan Sehat
Sarapan seperti ini akan mensuplai badan kita dengan nutrisi penting dan energi tanpa meningkatkan kadar gula dalam darah dan kadar insulin. Sarapan pagi seperti ini akan menghindarikan kita dari ketergantungan terhadap karbohidrat setiap hari. Dengan cara ini nafsu makan dapat terkontrol dengan baik, keinginan makan makanan berkarbohidrat (seperti cemilan, coklat, kue, junk food, soft drink, nasi dan mie) akan berkurang. Sebagai hasilnya badan akan menggunakan kelebihan lemak yang tersimpan dalam tubuh untuk mendapatkan energi atau sebagai sumber energi.
Saat ini, kebanyakan dari kita mengalami penurunan kualitas nutrisi. Apakah selama ini kita sudah sangat yakin bahwa kebutuhan gizi (termasuk protein, karbohidrat, lemak, imineral dan vitamin) tersebut telah terdapat dalam makanan yg kita santap sehari-hari? Kita makan untuk hidup, yaitu dengan memberikan gizi yang dibutuhkan tubuh, bukan hidup untuk makan. Apabila kita abaikan, maka sistem imum tubuh kita menurun dan tubuh akan protes dalam bentuk rasa nyeri, pegal-pegal, dan bahkan sakit yang berkelanjutan.
